Gratis

Tuesday, March 23, 2010

CLASS MEETING SMP NEGERI 3 SATU ATAP HARUYAN


Berbagai cara dilakukan sekolah untuk mengisi hari-hari menjelang kenaikan kelas dan pembagian rapor. Di SMP Negeri 3 Satu Atap Haruyan misalnya, dewan guru di sana mengadakan serangkaian kegiatan perlombaan antar kelas atau biasa disebut class meeting. Sekolah yang baru memasuki tahun pertama pendiriannya ini memang hanya terdiri dari dua kelas tingkat VII. Jumlah siswa terdaftar 42 orang dan mayoritas siswa perempuan. Pada hari Senin hingga Kamis mereka tampak sibuk dan bergembira bersama mengikuti kegiatan class meeting ini. Dan karena jumlah siswanya tadi hanya 42 orang, maka semua siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan lomba. Ada siswa yang didaulat untuk mengikuti lomba membawa kelereng. Ada pula yang senang menggambar, ikut lomba lukis. Dan tentunya tidak ketinggalan lomba cerdas cermat dimana masing-masing kelas diwakili oleh dua kelompok.
Menurut kepala sekolahnya, Sarbaini, S.Pd, semua kegiatan class meeting yang dilaksanakan di sekolah yang terletak di Desa Mangunang ini, tidak lain bertujuan untuk membangun jiwa kreativitas dan motivasi serta mengembangkan seni keterampilan yang kelak akan bermanfaat untuk para siswa itu sendiri.
Terlepas dari permasalahan class meeting, sang Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Satu Atap Haruyan juga menambahkan bahwa untuk tahun ajaran 2009/2010 sekolah ini akan membuka pendaftaran seluas-luasnya kepada seluruh calon siswa-siswi yang saat ini masih menanti nilai ujian nasional tingkat SD yang masih belum diumumkan.
Menyinggung soal jumlah siswa yang akan diterima, beliau menyatakan tidak ada pembatasan. Karena untuk itulah sekolah satu atap dibangun, menampung seluruh lulusan SD-SD terdekat yang berminat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Masalah ruang kelas yang sebelumnya hanya dua kelas, saat ini sudah bisa diatasi karena di halaman muka tengah dibangun bangunan baru. Yang walaupun sebenarnya untuk Laboratorium IPA, namun nantinya akan dimanfaatkan sebagai kelas sementara bagi siswa baru.

DIKLAT PROFESIONALISME GURU

Dunia pendidikan tidak henti berbenah. Berbagai upaya pemerintah difokuskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dimana salah satu aspeknya adalah digelarnya berbagai diklat maupun pelatihan untuk menumbuhkan semangat profesionalisme guru. Seperti apa yang kita lihat pada hari Minggu, 21 Juni 2009. Mengambil tempat di Gedung Djoeang Barabai, sejumlah guru dari berbagai unit tugas dan daerah hadir untuk mengikuti diklat profesionalisme guru.

Pertama-tama acara didahului oleh sambutan ketua pelaksana, Suparlan, M.Pd. Selain mengucapkan kata terima kasih atas kehadiran kepala dinas untuk membuka acara dan kepada seluruh peserta diklat yang telah hadir beliau juga melaporkan bahwa total peserta terdaftar 184 orang. Yang lebih membanggakan lagi mereka tidak semata hanya dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah saja tapi juga kabupaten tetangga seperti Balangan, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan.

Sementara kepala dinas yang tampil berikutnya memaparkan betapa pentingnya seorang guru untuk meningkatkan kemampuan individualnya melalui beberapa kegiatan positif seperti diklat yang digelar hari ini. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Pemerintah sendiri, baik tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten menganggarkan rencana belanja yang tak sedikit untuk bidang pendidikan. Namun hal itu akan sangat sia-sia jika pendidikan tidak memiliki standar penilaian yang jelas. Maka dari itulah diklat kali ini mengangkat tema standar pembelajaran. Diharapkan dengan telah diketahuinya standar pembelajaran yang benar maka tidak ada lagi kendala dalam pencapaian nilai ujian nasional yang juga memenuhi standar kelulusan.

Semantara sang narasumber, H. Ahmad Suprapto, S.Pd, yang tampil setelah acara doa, didatangkan dari LPMP Banjarbaru. Tampil dengan setelan busana kemeja kuning pria berkumis tipis langsung bergerak maju mendekati para peserta. Tampaknya beliau ingin berinteraksi terlebih dahulu sambil mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap beberapa istilah yang sering muncul dalam setiap pembahasan mengenai standar pendidikan. Hubungan antara narasumber dan peserta pun tampak hangat. Sesekali beliau menanya peserta dan peserta memberikan respon atas pertanyaan dengan baik. Acara berakhir sekitar pukul 13.00 wita.

Free Blog Counter